4 Langkah Menjadi Seorang Resilience Leader di Kala Pandemi

Beberapa sahabat saya yang merupakan leader di organisasi atau perusahaannya masing-masing menyampaikan pada saya bahwa di masa pandemi seperti saat ini, bisnis berubah sedemikian pesatnya. Perubahan ini disebabkan oleh banyak faktor seperti perubahan perilaku pelanggan, pembatasan kerja di berbagai tempat hingga permasalahan bisnis yang makin besar menyebabkan kepemimpinan kita justru sangat diuji dari berbagai sisi.

Kita sebagai seorang pemimpin tidak bisa lagi hanya sekedar memberikan instruksi, melainkan harus bersedia untuk turun dan lantas mencari inspirasi tentang apa yang sedang dan akan terjadi.
Bagaimana tidak, saat ini kita seperti sedang menghadapi dunia yang benar-benar penuh dengan ketidakpastian. Kita tidak tau ke depan bisnis akan seperti apa, kita tidak tau kapan pandemi ini berakhirnya dan kita juga belum tau keseimbangan bisnis seperti apa yang akan terbentuk setelah pandemi ini.

Berbagai ketidakpastian yang sering disebut VUCA inilah yang kalau tidak segera disiasati dengan baik, akan justru merugikan diri kita dan bisnis yang mungkin sedang kita kelola. Maka, disinilah dibutuhkan pemimpin yang memilik ketahanan dan ketangguhan tinggi dalam menghadapi berbagai problematika terkini.

Bagaimana sesungguhnya pemimpin yang resilience itu?

Istilah resiliensi pertama kali dikemukakan oleh Block, dengan sebutan ego resilience. diartikan sebagai kemampuan untuk menyesuaikan diri yang tinggi saat dihadapkan pada tekanan internal maupun eksternal (dalam Furqon, 2013)

Lantas bagaimana kita mengembangkan resilience didalam diri kita sebagai seorang leader atau pemimpin?

Menurut McEwen (dalam Rahyuningsih, 2019) terdapat model pengembangan untuk menjadi seseorang yang resilient. Model ini memiliki 4 aspek mendasar yaitu :

1. Ketangguhan mental

aspek penting dalam resliensi seseorang adalah seberapa kuat dia dalam sisi mentalnya, kuat dengan segala benturan yang ada, bahkan mampu mengendalikan sesuatu yang terjadi di lingkungannya. untuk mengembangkan ketangguhan mental, haruslah seseorang selalu mengembangkan sikap percaya diri dan optimis

2. Ketahanan fisik

Tidak hanya secara mental, ketahanan fisik juga harus dibangun untuk menjadi seseorang yang resilient. tantangan yang berat, tentu akan menuntut pemimpin untuk bekerja lebih ekstra, maka energi tentu akan cepat terkuras. Maka untuk tetap bertahan, daya tahan tubuh yang kuat adalah hal yang utama

3. Keseimbangan emosi

Seorang pemimpin harus selalu mengambil keputusan dengan pertimbangan yang rasional. tindakan yang rasional tidak akan didapatkan dengan keadaan emosi yang tidak terkontrol dan seimbang, maka pemimpin yang resilient adalah mereka yang mampu mengolah perasaan negatif mereka

4. Tujuan dan makna hidup.

Rumusan penting dalam setiap kehidupan manusia adalah adanya tujuan dalam hidup. menggambarkan pemaknaan seseorang akan kehidupan, agar nantinya setiap apa yang dia lakukan tidak boleh kontradiksi dengan tujuan yang hendak ia capai. untuk menjadi pemimpin yang resilient, harus selalu berpegang teguh pada tujuan yang jelas dengan disandingkan nilai dan prinsip yang kuat

Leave a Comment