BELAJAR TEKNIK PENGEMBANGAN DIRI MELALUI FILM TILIK YANG VIRAL

Orang itu selalu suka dengan sesuatu yang memiliki koneksi atau hubungan dengan dirinya. Ketika seseorang merasakan ada koneksi dengan sesuatu, maka ia akan turut merasakan apa yang terjadi disitu.
Sama halnya dengan film TILIK yang sedang viral ini. Apa yang membuat saya dan jutaan pemirsa lainnya di youtube terasa terikat selama 30 menit dan menonton film pendek ini hingga tuntas adalah karena istilah TILIK yang merupakan istilah ketika kita mengunjungi rekan yang sedang sakit ini begitu lekat dengan masa kecil saya di Jember, Jawa Timur dan mungkin juga dekat sekali dengan keseharian orang-orang lainnya di luar sana. Inilah yang membuat film ini kemudian menjadi viral


Belum lagi adegan ibu-ibu diatas truk dan truk yang ditilang polisi yang seakan mengingatkan saya pada sosok Ayah yang telah membesarkan saya melalui profesinya tadi. Dari film Tilik yang viral ini, kita bisa mendapatkan insight tentang bagaimana proses coaching, training, mentoring dan istilah pengembangan diri lainnya bekerja dengan efektif. untuk bisa membantu orang berkembang dan memahami sesuatu, maka kita perlu menciptakan keterikatan dan koneksi dengan audiens kita.

Ketika koneksi dan keterikatan sudah terjalin, maka kita akan lebih mudah menyampaikan materi dengan menggunakan bahasa audiens kita yang kemudian membantu audiens kita juga untuk menerima kontennya dan memahami apa yang kita sampaikan. Banyak program pengembangan diri yang dilakukan oleh pemimpin kepada timnya gagal, bukan karena pemimpinnya tidak cukup pintar, melainkan karena pemimpin atau orang yang menyampaikan materi gagal membangun koneksi dan keterikatan dengan audiens nya.

Dalam proses coaching pun sama. Ketika kita ingin menciptakan makna terhadap audiens kita di sebuah sesi training atau coaching baik online maupun offline, penting bagi kita untuk melakukan 2 hal, yaitu

1. Membangun hubungan dan koneksi yang kuat dengan audiens kita

2. Menggunakan kontekstualisasi atau pengandaian kisah yang dekat dengan audiens kita untuk membantunya lebih mudah memahami apa yang kita sampaikan

3. menciptakan kondisi yang relate dengan kesehariannya juga bisa menjadi kunci keberhasilan pelatihan kita

Jadi, sudah siapkah anda membangun koneksi untuk mengembangkan tim atau orang lain disekitar anda?

Leave a Comment